Monday, December 7, 2015

Perkembangan Refarming 4G Selama 2015

JAKARTA – Awal 2015, rencana untuk melakukan tata ulang atau refarming frekuensi di 1.800 MHz mulai terungkap. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) beserta beberapa operator besar seperti XL, Hutchison 3, Indosat, serta Telkomsel sepakat refarming untuk menggelar 4G di frekuensi 1.800 MHz.

Sebelum memakai frekuensi 1.800 MHz untuk 4G, pemerintah mendukung diluncurkannya layanan 4G oleh beberapa operator, walau masih menggunakan frekuensi 900 MHz. Kecepatan akses internet 4G dengan 900 MHz dianggap belum terlalu mumpuni karena spektrum tersebut menggunakan alokasi 5 MHz.

Tata ulang frekuensi 1.800 MHz dilakukan agar blok kanal beberapa operator itu tertata rapi atau berdampingan, baru kemudian teknologi jaringan generasi keempat tersebut digelar. Frekuensi 900 MHz akan dikembalikan sepenuhnya untuk layanan 2G.

Untuk tata ulang di frekuensi 1.800 MHz, pemerintah telah menetapkan awal 4 Mei untuk wilayah Maluku dan Maluku Utara. Daerah tersebut merupakan area pertama untuk tata ulang frekuensi 1.800 MHz. Kemudian berikutnya menyusul daerah Papua, Kalimantan Timur, hingga Bali, Jawa, serta Sumatera Bagian Selatan.

Terdapat 42 klaster yang dibagi untuk daerah-daerah di Indonesia. Pada Oktober 2015, dari 42 klaster, pencapaian penataan frekuensi telah rampung sebanyak 35 klaster atau 85 persen. Mengejar target tepat waktu selesainya refarming di 1.800 MHz, operator bekerja keras bersama dengan Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI).

Pada saat penataan ulang frekuensi, pengguna di wilayah tertentu kemungkinan terkena dampak, khususnya untuk para pengguna 2G di 1.800 MHz. Meski demikian Rahmadi Mulyohartono, Head of Network Planning XL, mengungkapkan bahwa pengguna layanan voice yang kemungkinan terpengaruh dari penataan frekuensi tersebut.

"Data enggak terpengaruh, kalau voice terpengaruh. Sedangkan SMS, pengguna bisa switch dari 1.800 Mhz ke 900 Mhz," kata Rahmadi.

Setelah rampung di berbagai kota, penyelesaian akhir refarming 4G di 1.800 Mhz rampung di Jakarta pada 16 November 2015. Pada 23 November 2015, Kominfo menggelar acara syukuran selesainya refarming pita frekuensi 1.800 MHz.

Refarming merupakan salah satu upaya Kominfo sebagai regulator untuk menata industri telekomunikasi di Indonesia agar lebih efisien. Dengan demikian, konsumen dapat menikmati hasil layanan telekomunikasi yang lebih baik.

Pasca tuntasnya refarming di frekuensi 1.800 MHz, Kominfo akan menerbitkan peraturan menteri (permen) terkait 4G di frekuensi 2.100 MHz pada Desember 2015.

Saat ini, dari 12 blok di frekuensi 2.100 MHz, tersisa dua blok (blok 11 dan 12) yang ditinggalkan operator Axis. Setelah Axis diakuisisi XL tahun lalu, dua blok tersebut dikembalikan ke pemerintah dan akan dilelang kembali.

Di frekuensi 2.100 MHz, terdapat alokasi 60 MHz yang terbagi dalam 12 blok. Setiap blok ini memiliki spektrum sebesar 5 MHz. Dua blok dihuni oleh Tri (10 MHz), Telkomsel tiga blok (15 MHz), Indosat dua blok (10 MHz), dan XL dua blok (10 MHz).

Perkembangan Refarming 4G Selama 2015 Rating: 4.5 Posted by: Unknown

0 comments:

Post a Comment

Blog Archive